Ibarat angin saja nampaknya
Dengki menghempas jiwa yang terlantar
Ibarat angin juga nampaknya
Sayangkasih lirih mengusap hasrat
 
Silihberganti
Berebut perhatian sang sadar
Sering juga bertengkar
 
Ibarat angin memang nampaknya
Melambung dan menukik
Ke segala arah

bandung 7 mei 2009 gin ginanjar

Hujan
Silakan kupersembahkan
Tak lah usah mendung
Biar pelangi berkenan datang
Temani senyum setiap rasa
Mungkin sebab gelisah dan kecewa

Mendung
Silakan hujanmu berkunjung
Tapi pelangi sendang di rindukan
Setiap asa dalam harapan
Mungkin sebab kegetiran dan keraguan

Pelangi
Warnai kehidupan ini dengan ikhlasmu
Agar setiap jiwa nikmati senyum
Seperti nikmat warna-warni itu

pelangi
Biar saja mendung dan hujan

Bandung 20 april 2009 gin ginanjar

Saat senja nampakkan kharismanya
Saat sadar terengah-engah
Samar dekap pandangan
Samar belenggu ketegasan

Syahdu suasana senja
Nyaris menikam setiap jaga
Melelapkan kesadaran
Lena…
Terpukau hangat sang senja
Lupa…

Sesal…
Terkesiap tiba-tiba malam
Pekat gelap naungi lazuardi
Gelap naungi bumi

Dalam gelap pekat
Ratapan
Ratapan-ratapan

Bandung 17 April 2009 gin ginanjar